Parah! Jersey Robek, Shaqiri Sindir Puma

Xherdan Shaqiri Swiss

Dalam sebuah pertandingan tentunya akan mengenakan jersey yang berbeda, dimana masing-masing tim memiliki ciri khas sendiri. Maka dari itu, wajar jika sebuah tim memiliki tiga kostum untuk bisa tampil di dalam lapangan. Ketika Piala Dunia 2014, FIFA telah membuat peraturan untuk desain baju kesebelasan negara memiliki kostum pertama dan kedua.

Yang mana kedua kostum itu, kedua-duanya tidak boleh gelap dan terang. Dengan adanya pertarutan tersebut, sudah menjadi kebiasaan bagi masing-masing tim dapat melakukan hal yang sama. Tentunya sebuah kesebelasan memiliki seragam bola kandang dan tandang untuk dijadikan cadangan bagi tim tersebut.

Xherdan-Shaqiri
terlihat jersey yang dikenakan shaqiri robek

Gila Shaqiri Sindir Puma: Jangan Produksi Kondom!

Xherdan Shaqiri yang merupakan pemain tim nasional Swiss dan Gary Linker legenda dari Inggris, sempat memberikan kritikan pedas. Dimana kedua pemain itu mengkritik dua porudsen produk pakaian yang berasal dari Jerman, Puma dan Adidas. Hal itu terjadi, karena keprihatinan atas kejadian robeknya jersey dari pemain timnas Swiss.

Di pertandingan tersebut Swiss berhadapan dengan Perancis, beserta kejadian pecahnya si kulit bundar yang bermerk Adidas. Puma sendiri telah bekerjasama dalam membuat baju bola untuk tim nasional Swiss.  Hal itu membuat Shaqiri angkat bicara dalam nada menyindir, yang mengharapkan produk dari Puma selaku produsen bagi timnasnya, tidak produksi selayaknya kondom.

Menurut sang pemain, jika jersey sepak bola itu bisa robek, apa lagi dengan kondom. Shaqiri pun membayangkan bisa lebih bahaya jika Puma produksi kondom yang mudah robek karena adanya kebocoran di produknya. Tentunya nama sekelas Puma akan rusak dan tidak akan dipercaya oleh banyak kalangan di dunia.

“Saya sangat mengaharapkan Puma tidak produksi kondom!”, ucap dari sindiran Shaqiri kepada media.

Selain Shaqiri, penjaga gawang timnas Swiss yang bernama Yann Sommer itu pun memiliki pendapat berbeda. Mengenai jersey yang diproduksi oleh Puma dengan mudahnya robek ketika bertanding.

“Mengapa jersey bisa robek? jelas bertarung di dalam lapangan lebih banyak. Untuk kami dan juga negara kami. Karena itu merupakan hal yang terpenting untuk bisa masuk kedalam babak 16 besar,” ungkap Somer.

Seperti apa yang kita lihat dalam pertandingan Grup A Euro 2016 silam, dimana kedua jersey yang dikenakan pemain Swiss robek sampai compang-camping. Yang mana kedua pemain itu adalah Admir Mehmedi dan Granit Xhaka yang sempat mengalami kejadian serupa. Dengan hanya tarikan dalam perebutan bola, baju itu mudah robek.

Meski desain baju yang dimiliki Puma terbilang bagus, namun terlihat tipis sehingga dalam satu tarikan saja membuat bahan tersebut sobek.Tidak hanya sekali, bahkan Xhaka sudah mengganti untuk kedua kalinya mengenakan jersey tersebut karena mudah robek.

Xherdan Shaqiri

Puma Turut Menyesal, Jersey Timnas Swiss Cacat Produk

Dengan kejadian robeknya beberapa jersey yang dikenakan oleh timnas Swiss, di kompetisi Piala Eropa 2016 ketika berhadapan dengan Perancis. Hal itu menjadi perbincangan di beberapa media yang mencintai sepak bola sedunia. Yang mana dalam tersebut, sejumlah pemain Swiss yang mengenakan jersey terlihat robek.

Kejadian itu membuat nama baik dari Puma, yang merupakan Apparel olahraga berasa dari Jerman itu langsung melonjak turun. Puma yang mendapatkan kritikan, atas pembuatan jersey mereka tidak benar untuk kompetisi di level Piala Eropa. Hingga pemain timnas Swiss Xherdan Shaqiri pun ikut mengkritik Puma tas kejadian yang dialaminya.

Yang menyebut, bagaiman Puma dapat memproduksi kondom. Dengan adanya insiden tersebut, pihak Puma pun langsung angkat bicara yang mengakui jersey tersebut merupakan produksi cacat.